8 Model Cornering Motor Yang Cocok Untuk Anda Lakukan

Modifikasi.co.id – Melakukan aktifitas cornering tentunya bukan lagi hal yang mudah karena membutuhkan skill yang dilakukan secara berulang ulang dan tentunya harus dilakukan diatas jalan sirkuit bukan jalan umum. Dipostingan sebelumnya saya sudah jabarkan mengenai bagaimana cara cornering untuk pemula.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi lagi informasi beberapa model cornering motor yang mungkin bisa anda lakukan , informasi dibawah ini diambil dari berbagi referensi yang mungkin bisa bermanfaat untuk menambah referensi dan wawasan seputar dunia road race.

1. Old school style cornering (lean bike)

riding styles body position
Riding styles eric bostrom

 

Model cornering yang satu ini banyak di gunakan oleh pembalap era 80an sampai 90an dimana posisi motor cenderung lebih miring dari pada badan dan terlihat kalau rider (pengendara) mendekap pada motor dan menekan roda depan motornya untuk mendapatkan traksi maksimal dari roda depannya dan juga posisi pantat juga ngak terlalu jauh bergeser dari jok motor. Selain itu ban motor bagian belakang juga lebih awet karena meminimalisir gejala sliding(selip).
Banyak sekali rider terkenal yang menggunakan model / style cornering yang satu ini contohnya michael doohan , neil hodgson, dan era jaman sekarang masih diwakili oleh toni elias.

2. New school style cornering (lean body)

riding styles right lean riding styles neil hodgson

Untuk Style yang satu ini tentunya sudah banyak digunakan oleh pembalap era zaman sekarang dimana posisi badan cenderung lebih miring dari pada posisi motor dan seolah olah terlihat bahwa si pengendara (rider) menahan motor dengan bertumpu dengan lututnya . Kelebihan cornering dengan model atau style ini adalah keluar tikungan akan lebih mudah ,cepet dan tajam karena ban motor bagian belakang akan bergeser (sliding) sedikit sehingga memperkecil sudut tikungan, tapi kalau si pengendara (rider) gak pinter dalam hal skill buka tutup gas ditikungan yang ada tentunya hal ini malah bisa gajala sliding yang berlebih sehingga mengakibatkan motor akan sedikit terbawa keluar tikungan dan akan mudah disalip oleh rider yang lain yang berada di belakangnya dan ban motor bagian belakang akan cepet kehilangan traksinya karena tergerus oleh torsi motor. oya perlu diketahui bahwa rider rider top jaman sekarang hampir semuanya menggunakan style cornering menggunakan gaya ini .

3. Natural atau netral style

Kemudian ada lagi style cornering yang banyak di gunakan oleh rider sehari hari dan juga ketika touring . Style ini mungkin sangat cocok untuk motor yang memiliki kapasitas mesin cc kecil yang notabene tidak terlalu menurunkan badan untuk menghandle motor karena bobot motor yang tidak terlalu berat alias ringan dan juga sudut yang lebar . Style ini dapat dilihat dari posisi rider (pengendara) sudut kemiringan badannya sama dengan sudut kemiringan motornya dan juga posisi kepala yang seirama dengan sudut kemiringan motor. Tetapi ada juga lho rider di ajang balap moto gp yang suka menggunakan style cornering yang satu ini seperti Jorge Lorenzo terkadang menggunakan style yang satu ini saat di fast corner. Disini rider atau pengendara akan memasuki tikungan dimulai dengan dagu dan bahu yang dicondongkan ke arah dalam tikungan. Pantat sedikit digeser keluar jok dan mengalihkan sebagian bobot tubuh ke bagian footstep dalam (kiri) sehingga siku tanga bisa lebih rileks.

4. Shoulder out Style

Shoulder out Style

Gaya yang selanjutnya  yaitu gaya yang biasa digunakan oleh dani pedrosa jika anda mengamati dimana saat ajang moto gp menikung biasanya kan para pembalap akan menjadikan lutut sebagai tumpuan sedangkan dani pedrosa malah merapatkan lututnya ke motor saat melahap tikungan.

5. Elbow Down Style

Next gaya cornering selanjutnya yaitu di populerkan oleh sang baby alien marc marquez ,walaupun sebenarnya banyak pemalap moto gp yang pernah juga menggunakan gaya ini diantaranya stoner, dan ben spies . Dimana biasanya kebanyakan pembalap menggunakan lutut sebagai tumpuan dan juga menghitung seberapa besar lean angel akan tetapi teknik elbow down ini menggunakan sikut sebagai tumpuan dan merapatkan lutut ke motor.

6. Counter weight

Style Cornering

Teknik ini atau gaya ini juga banyak digunakan untuk menikung , posisi rider (pengendara) justru menjauh  dari tikungan , lha kok bisa ya bisa namanya juga teknik hehe 😀 untuk caranya badan posisi duduk tegak , kemudian motor yang didorong miring. Tangan dalam (tangan kiri) cenderung lurus dan kaku. Style ini kurang cocok untuk melibas tikungan yang dalam dan juga kecepatan yang sangat tinggi. Style ini beresiko tinggi ban tergelencir karena motor harus sangat miring ,bila ingin menambah kecepatan di tikungan.

7. Full Body Shift

Full Body Shift

Selanjutnya teknik yang saya sukai yaitu teknik full body shift style ala nikung super moto teknik ini digunakan si rider (pengendara) memanfaatkan perpindahan bobot badan secara keseluruhan secara optimal. Menggeser pantat keluar minimal 1 belahan bokong ada diluar jok bahkan banyak yang full dua belahan bokong menggantung di samping jok motor (bahasa kerennya hanging off).
Keseluruhan badan codong ke dalam tikungan ,kepala dan bahu codong dalam tikuungan , siku tangan kiri ditekuk rileks ,kaki dalam dibuka dan jinjit menekan footstep ,kaki luar menjepit bagian tangki motor . Dengan style ini motor tak perlu lagi miring karena motor bisa lebih tegak dan leluasa menambah kecepatan ditikungan karena traksi ban lebih banyak.

8 . Counter Steering

Gaya atau style “Counter Steering” sendiri sebenarnya tidak membuat motor belok, tapi “Counter Steering” akan membuat motor miring sehingga bisa belok. Kendaraan roda dua bisa tegak berjalan karena ada yang namanya “gyroscope effect” dari kedua roda depan dan belakang, tapi berkat Gyroscope effect dari kedua roda semakin cepat kendaraan roda dua berjalan akan semakin “susah” kendaraan tersebut untuk dimiringkan.

Untuk memiringkan motor perlu diberi sedikit kemiringan terhadap roda, dan kalau roda depan tersebut diarahkan sedikit ke kiri, gyroscope effect akan memiring motor ke kanan dan motor akan belok ke kanan. Untuk menegakkan motor yang miring kekanan, roda depan perlu belokkan kekanan sehingga gyroscope effect akan menarik motor yang miring tersebut kembali berdiri. Hal ini tentunya sudah dijelaskan oleh Wak Haji Taufik , Nah bagi anda yang sudah bisa membawa motor dengan kecepatan yang lumayan cukup tinggi pasti terbiasa di alam bawah sadarnya atau sudah punya insting saat melakukan“counter steering”. Teknik ini biasanya sering digunakan dalam ajang balapan dirt track akan tetapi dalam balapan moto gp akhir-akhir ini jika diperhatikan valentino Rossi pun sering mengadopsi menggunakannya.

8. Rear Wheel Steering

Untuk Teknik cornering yang terakhir yaitu teknik yang satu ini dilakukan dengan cara late braking maksudnya adalah memanfaatkan rem bagian depan saat memasuki tikungan hingga ban bagian belakang terangkat sedikit kemudian menggesernya dan rem belakang digunakan saat akan ngedrift, berbelok dengan menggeser ban bagian belakang sementara rpm gas tetap dijaga konstan (stabil). Begitu rem bagian belakang dilepas, motor langsung kencang ke arah yang dituju oleh ban depan.

sumber : http://balimotorider.com ,tmcblog.com

Sebenarnya ada banyak lagi mungkin cara cornering yang bisa dilakukan namun untuk sementara itu dulu yang bisa saya bagikan ,jika anda punya teknik lain mungkin bisa berkomentar dikotak bawah hehe 😀

Demikian informasi yang membahas mengenai 8 Model Cornering Motor Yang Cocok Untuk Anda Lakukan,semoga bermanfaat dan menambah referensi anda tentang otomotif,terima kasih sudah berkunjung di www.modifikasi.co.id sampai juga di postingan berikutnya.

8 Model Cornering Motor Yang Cocok Untuk Anda Lakukan | sutopo | 4.5

Leave a Reply